Minggu, Juli 12, 2009

Perjuangan Mencari Pasar Epos (Energi Positif)


Membaca memang jauh lebih mudah ketimbang mempraktekkan (take action) isi bukunya, kenikmatan membaca buku tidak mesti sama nikmatnya ketika kita sedang take action (mengamalkan) isi buku dalam kehidupan nyata, namun buahnya (hasilnya) lebih nikmat setelah kita berhasil mengamalkannya. Demikian tantangan ketika mengamalkan isi buku Kubik Leadership (karya Farid Poniman, Indrawan Nugroho & Jamil Azzaini).

Tantangan tersebut adalah terasa sekali saat kita berada pada lingkungan yang tidak mendukung berkembangnya epos kita, apalagi kalau lingkungan kita berisi orang-orang yang suka mencemooh, bahkan lingkungan yang suka menjatuhkan satu sama lainnya, lingkungan yang bukan pasar epos, maka dibutuhkan perjuangan yang extra ordinary.

Kritik bagi kita adalah bagai vitamin, namun jika kritik tidak membangun menjadi budaya, saling menjatuhkan jadi budaya, maka para pejuang epos yang berada pada lingkungan yang bukan pasar epos harus mempunyai energi ekstra, sebab bisa saja sampai terjadi perang memperebutkan pengaruh energi mana yang lebih punya pengaruh.

Paling enak memang hidup berada pada lingkungan pasar epos, kita tinggal mengembangkan energi positif kita agar berkembang dengan baik, setidaknya kita berjuang mencari lingkungan pasar epos yang mendukung agar energi pemicunya lebih mengarah pada meningkatnya epos kita. Bersyukurlah orang-orang yang bisa terus menebar epos hingga semuanya menjadi penuh semangat dalam menjalani kehidupan ini.

Minggu, Juni 14, 2009

Apakah Merevisi Mimpi Sama Dengan Beloknya Kapal Laut ???






Sampai dengan saat ini saya masih belum memahami, faktor-faktor apa yang menyebabkan revisi mimpi bisa berjalan dengan lambat, sekurang-kurangnya ada beberapa point faktor yang saya coba untuk dicarikan solusinya, point-point tersebut diduga menjadi pelambat revisi mimpi, point-point tersebut adalah sebagai berikut :

1. Blocking mental.
2. Masih dominannya otak kiri yang mempengaruhi pola pikir.
3. Meyakini adanya jalur alamiyah pada setiap individu.
4. Belum adanya energi pemicu agar energi potensialnya terlepas.
5. Lingkungan yang tidak mendukung.

Ketika sebuah mobil dibelokkan ke kiri, maka dengan begitu mudahnya mobil tersebut belok kiri, cara membelokkannyapun sangat mudah hanya dengan membelokkan setir ke kiri maka mobil akan langsung belok ke kiri seketika itu juga. Berbeda dengan kapal laut, ketika ingin belok ke kiri, maka dia butuh jarak yang jauh dan waktu yang tidak seketika, butuh perhitungan yang matang agar beloknya arah kapal bisa pas sesuai dengan yang diharapkan.

Lalu apakah merevisi mimpi bisa langsung dilihat dampaknya seketika seperti ketika membelokkan mobil ataukan merevisi mimpi butuh jarak, waktu dan perhitungan yang matang seperti beloknya kapal laut ???, sampai dengan saat ini saya belum bisa menjawab pertanyaan tersebut. Sebab bagi sebagian orang berpendapat bahwa segala sesuatu harus melalui tahapan proses dan sebagian lagi lebih suka mengukur dengan target waktu agar percepatan proses bisa cepat diraih, bahkan ada sebagian orang yang suka dengan cara yang instant.

Memang dalam kondisi tertentu saya lebih tertarik oleh sebuah strategy percepatan proses, sedikit tertarik pada menjalani proses secara alamiah dan saya sangat tidak tertarik pada pencapaian secara instant. Memang jika ukurannya adalah waktu dan jarak, maka hampir setiap orang berbeda dalam pencapaiannya, dan jika ukurannya adalah perhitungan yang matang maka terjadi dua aliran besar, yaitu aliran orang-orang yang serba action dulu tanpa perencanaan yang matang (otak kanan) dan aliran orang yang serba dengan perencanaan matang (otak kiri).

Jumat, Mei 15, 2009

Quality Is Customer Satisfaction








Dalam sebuah workshop Executive Development Program yang diadakan oleh Garment Partnership Indonesia di Hotel Santika Jakarta, dengan pembicara para ahli dan praktisi dibidang garment yaitu Prof. Andres Saldias (pemilik pabrik garment dan retail store di USA) dan Bambang Mardiyanto, S.,Teks., menjelaskan tentang beberapa pengertian kualitas dalam beberapa pengertian, termasuk pengertian menurut ISO 9001 (prosedur pengendalian mutu).

Diantaranya adalah bahwa kualitas adalah kualitas yang tidak ada hubungannya dengan hal-hal lainnya diluar produksi, lalu kualitas adalah QCDSM (Quality, Cost, Delivery, Safety & Moral), lalu ada pengertian bahwa kualitas adalah market share, dan pengertian yang terakhir adalah bahwa kualitas adalah kepuasan pelanggan (customer satisfaction).

Memang dari beberapa definisi kualitas diatas mengandung makna masing-masing, namun pengertian yang terakhir yaitu kualitas adalah kepuasan pelanggan maknanya akan lebih mengajak bahwa orang produksipun harus memikirkan sebuah kualitas yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Jadi bagi orang-orang produksi menciptakan sebuah produk adalah sama saja memberikan service untuk para pelanggan, walaupun bagian produksi tidak berhadapan langsung dengan customer.

Produk berkualitas yang berorientasi pada kepuasan pelanggan lebih murah dalam pengeluaran biaya dibanding produk berkualitas yang tidak berorientasi pada kepuasan pelanggan, sebab produk yang berkualitas namun tidak berorientasi pada kepuasan customer akan banyak membutuhkan biaya-biaya lainnya, seperti biaya promosi yang lebih tinggi, biaya tenaga penjual yang lebih tinggi, biaya discount (treatment harga) dan biaya-biaya lainnya.

Selasa, Mei 12, 2009

Berkat Sedekah Anak Saya Selamat Dari Kecelakaan & Pengalaman Lain Tabungan Energi Negatif Cair Handphone Saya Hilang









Pada tanggal 23 Maret 2009 pagi di Botani Square Bogor saya bertemu dengan pak M. Anwar Sani, beliau adalah ketua yayasan pesantren Daarul Qur'an Nusantara yang didirikan oleh ustadz Yusuf Mansyur, alhamdulillah beliau banyak bercerita pengalaman beliau tentang keutamaan bersedekah, beliau bercerita pernah bersedekah rumah dan mobil, beliau banyak bercerita yang menyejukkan hati.

Dan dalam kesempatan ini saya ingin berbagi cerita pendek tentang keutamaan sedekah, ini hanya sebuah cerita pendek pengalaman pribadi tentang tabungan energi positif yang cair sebagai perwujudan keutamaan sedekah, malam itu istri saya menelpon saya bahwa anak saya yang berumur 7 tahun sepulang dari mengaji sepedanya ditabrak oleh dua orang pemuda yang mengendarai motor.

Orang-orang ramai mengerumuni kejadian tersebut dan yang membuat istri saya bersyukur adalah anak saya selamat tidak kurang suatu apapun, hanya sepedanya saja yang bermasalah. Dalam kesempatan itu sang penabrak meminta maaf dan istri saya mencoba sabar dengan memaafkannya, walaupun waktu itu mertua saya ngotot minta ganti rugi, namun istri saya tetap memaafkannya.

Disisi lain saya juga punya pengalaman tabungan energi negatif yang cair, sore itu saya berkunjung ke Gramedia Botani Square Bogor, dan sempat lalai waktu karena saking asyiknya berbelanja buku dan kebutuhan di Giant. Dan saking capainya saya mengeluarkan beberapa energi negatif, rupanya Tuhan memberikan teguran dengan cepat yaitu tanggal 11 Mei 2009 pagi harinya ketika menuju Jakarta untuk acara meeting handphone saya hilang.

Dari pengalaman diatas, saya banyak belajar dari kedua kejadian tersebut dalam implementasi kehidupan sehari-hari, benar bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah ada perhitungannya walaupaun matematika manusia berbeda dengan matamatika Tuhan dan terdapat hukumNya seperti Hukum Kekekalan Energi (HKE), Hukum Tarik-menarik (Law Off Attraction) dan bentuk sunatullah lainnya yang berlaku untuk manusia. Mudah-mudahan cerita singkat ini bisa diambil manfaatnya untuk diri saya dan yang membacanya tanpa bermaksud riya, niat saya hanya berbagi pengalaman saja.

Sabtu, Mei 09, 2009

Setiap Orang Sibuk Dengan Perasaan & Pikirannya Masing-masing








We are what we feel & think, masih relevan menggambarkan bahwa setiap orang akan menjadi apa yang dia rasakan dan dia pikirkan, betapa setiap orang dibesarkan oleh latar belakang lingkungan, imajinasi, pengetahuan dan pengalamannya masing-masing.

Weekend ini saya mempunyai pengalaman membaca beberapa buku dengan tema sejenis namun dari berbagai karakter penulis yang berbeda latar belakang lingkungan, imajinasi, pengatahuan dan pengalamannya. Dan benar hasil akhir analisis isi bukunya mengatakan sesuai dengan karakter penulisnya masing-masing sesuai dengan latar belakangnya masing-masing.

Jika saya secara bebas mengandaikan bahwa disetiap kepala orang ada layar monitornya, maka sudah bisa kita bayangkan betapa rumitnya gambaran yang terlihat dari masing-masing monitor masing-masing orang, karena bisa secara jelas kita lihat setiap orang akan menampilkan gambar yang berbeda-beda.

Memang hukum ketertarikan sudah mengatakan bahwa orang akan saling tarik-menarik dengan fokus pikiran yang sama atau ada kemiripan fokus pikiran, walaupun ada orang yang memilih siap tidak menarik fokus pikiran orang lain karena dia mencoba memaksakan kebenaran fokus pikirannya menurut ukuran dia sendiri.

Memang ada baiknya kita belajar kepada orang-orang hebat yang bisa mempengaruhi fokus pikiran orang lain secara massal, sehingga kemampuan komunikasi massanya bisa dia gunakan untuk menyampaikan ide-idenya. Namun hampir setiap saat orang akan sibuk dengan perasaan dan pikirannya masing-masing, sehingga wajar akan banyak muncul perbedaan ide dan persepsi.

Sekali lagi kita harus belajar dari orang-orang yang sudah mampu membaca alur perasaan dan pikiran orang lain secara massal. Sehingga ide-idenya bisa menembus lorong-lorong persepsi orang banyak, dia bisa membaca ruang-ruang perasaan orang lain dan fokus-fokus pikiran orang lain.